Selasa, 24 September 2013

Desa Tempat Tinggalku

Desa Randurejo merupakan desa yang secara geografis menjadi perbatasan Kabupaten Grobogan dengan Kabupaten Sragen. Tak banyak yang mengenal desa tersebut karna memang daerah yang sangat terpencil dan letaknya di penghujung Utara Kabupaten Grobogan.

Ndeso Ngrandu atau Desa Randurejo memiliki beberapa dusun antara lain; dusun Gudel,dusun Ngori,dusun Bendo,dusun Paker,dusun Lamur,dusun Lengkong.

Masyarakat 99 % penghasilan dari hasil pertanian 1 % berdagang , penghasilan masyarakat hanya cukup atau dikatakan pas-pasan sehingga pertumbuhan ekonomi sangat rendah.

Meskipun penghasilan rendah masyarakat tetap berharap disuatu hari nanti ada perubahan. Di desa ini diperlukan lokomotif untuk menggerakkkan roda perekonomian, uluran tangan dari pemerintah Daerah Grobogan sangat dibutuhkan.

Aktivitas masyarakat pagi berangkat ke sawah mulai jam 6.00 pulang jam 13.00 kemudian jam14.00 berangkat kembali ke sawah pulang jam 18.00 membanting tulang demi masa depan keluarga.

Ada sesuatu perbedaan antara di desa dengan di kota, di kota kakek kakek atau nenek nenek 90 % memakai tongkat 10 % bekerja, kalau di desa 90% tetap bekerja yang 10% pakai tongkat.

Dengan kondisi seperti ini bisa di simpulkan bahwa pendapatan percapita sangat rendah, pembayaran pajak pun sangat rendah, pendidikan rendah, dan pembangunan infrastruktur rendah.

Indonesia Merdeka sudah 66 Tahun tetapi desaku belum bisa membangun, jalan - jalan masih menggunakan batu, itupun tidak merata dan hanya jalan utama. Bila musim hujan tiba jalan jadi licin dan Jeblok sehingga sulit dilalui kendaraan baik roda dua maupun roda 4.

Sungguh Ironis kemerdekaan hanyalah milik daerah daerah yang lain seperti Daerah Sragen tetangga sebelah kami, jalan - jalan sudah di COR ataupun di aspal akses untuk transportasi jadi mudah, tinggkat pendapatan tidak hanya mengandalkan pertanian melainkan keberbagai sektor, baik perdagangan,peternakan dan industri.

Memang kami tak dapat pungkiri bantuan pemerintah selalu datang antara lain; Raskin,BLT dan bantuan ternak kambing. Tapi itu jauh dari sasaran karna hanya sifatnya sementara. Andaikan dari Dinas pertanian,Dinas peternakan,Dinas perkebunan mau turun ke lapangan untuk membantu mencari solusi pemberdayaan masyarakat niscaya masyarakat akan menyambut baik untuk dapat memperbaiki tingkat penghasilan.

Infrastruktur harus diperbaiki baik terutama jalan Raya Semak - Paker danJembatan yang longsor/terputus seperti di Dusun Ngori, Jembatan di Dusun Ngantru, jembatan di Dusun lamur dan jembatan di dusun Setren. Jembatan tersebut merupakan akses jalan utama yang seharusnya benar benar diperhatikan oleh dinas Bina Marga / P.U

Sangat disayangkan mengapa rencana pembangunan di Tahun 2012 dalam RUP Dinas Bina Marga Kab.Grobogan No. 050/I/2012 di Desa Randurejo sangat minim. Pembangunan hanya di dusun Ngori untuk perbaikan jembatan yang longsor/terputus dengan anggaran sebesar Rp. 200,000,000,- bagaimana dengan jembatan - jembatan yang lain dan jalan utama haruskah menunggu sampai usia kemerdekaan 100 tahun?

Akankah selalu termarjinalisasi ataukah Desa kami bergabung dengan kabupaten Sragen, dimana kebiasaan masyarakat dalam melakukan aktivitas perdagangan melanjutkan pendidikan, berobat puskesmas cenderung ke Kab. Sragen.

Semoga saja pemerintah Daerah Grobogan terutama Bp. Bupati dan Wakil terus memperhatikan dan memberikan attensi khusus untuk kemajuan Desa Randurejo.
( pembangunan jalan,jembatan dan Puskesmas )

Selamat berjuang untuk rakyat....

Tidak ada komentar:

Posting Komentar